Lebih Buruk dari Setan?

Matius 8:23-34

(32a) Yesus berkata kepada mereka: “Pergilah!” Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu.

Kata kunci: Perintah yang berpengaruh (Powerfull Instruction)

Waktu saya merenungkan kalimat Tuhan Yesus kepada setan, lho …. luar biasa yah. Tuhan Yesus hanya bilang “Pergilah”, setan menurut dan pergi. Saya bandingkan dengan kita (makhluk lemot-lemah otak). Berapa kali Tuhan bilang: “Pergilah”, kita celingak-celinguk dan masih nanya lagi: “ngapain, Tuhan?” Berapa kali Tuhan bilang: “Pergilah”, terus kita masih bertanya: “beneran??? Serius???” Nah itulah sebabnya saya bilang…manusia itu the crown of creature, punya banyak freedom, punya banyak hak…. Tapi juga satu pihak “lemot” banget.

Pertanyaan saya adalah apakah “ketidaktaatan” manusia menunjukan kelemahan kuasa instruksi Tuhan??? Apakah Tuhan tidak berdaya dengan ketidaktaatan kita? Bukankah Dia juga bisa memperlakukan kita seperti setan-setan itu… sekali suruh…blass…. Gak bisa gak harus nurut. Tetapi kemudian saya jadi teringat bagaimana instruksi kita bekerja bagi pembantu dan anak. Ketika kita menyuruh pembantu, maka mereka tidak bisa tidak menurut. Tapi anak??? Ampyun…. Sampai berbusa aja kok susah banget disuruhnya??? Mengapa? Apakah kekuatan perintah kita lebih lemah dari ketidaktaatan mereka? Karena status “anak”, maka “anak” mempunyai kebebasan dan hak yang berbeda dengan pembantu.

Manusia adalah ciptaan yang khusus, dicipta segambar dan serupa dengan Allah. Manusia diberi kebebasan memilih yang dapat berakibat sangat baik atau sangat buruk. Tinggal bagaimana kita memakainya. Orang-orang di Gadara yang sudah ditolong dari kuasa iblis, mereka malah minta Tuhan Yesus pergi meninggalkan mereka. Mereka tidak bersedia Kristus masuk ke dalam batasan pribadi (boundary privacy) mereka, walaupun sebenarnya itu adalah pilihan yang salah.

Pertanyaan kedua: apakah dengan kebebasan kita, kita pun memilih untuk menjaga Kristus untuk tidak masuk dalam batasan pribadi kita? Sadarkah kita bahwa Kristus punya perintah yang sangat berkuasa.

Sebaliknya, apakah Saudara saat ini sedang mengalami “the powerful instruction” dimana Anda merasa I can not resist but obey Him (tidak dapat menolak perintah Allah)?

Diskusi dengan anak:

Bicarakan tentang perbedaan perintah papa mama terhadap mereka dan terhadap pembantu/staff. Apa akibatnya kalau pembantu/staff tidak taat, apa akibatnya kalau anak tidak taat. Mengapa ada perbedaan itu? Diskusikan, apakah iblis bisa tidak taat ketika Tuhan berkata “Pergilah”?

Diskusi jenjang lanjutan:

Apakah artinya Tuhan Yesus bisa diajak negosiasi oleh iblis? Apakah justru artinya Tuhan Yesus mengikuti permintaan iblis? Apa yang Matius mau sampaikan melalui kisah ini?

Permainan dengan anak:

List kepemilikan pribadi/privacy (hal-hal yang anak-anak anggap tidak boleh ada yang tau).

  1. Berikan anak-anak selembar kertas,
  2. Buat lingkaran yang besar,
  3. Minta anak-anak menulis/menggambar simbol dari privacy Kemudian tuliskan di luar lingkaran, orang-orang yang kadang mau masuk menembus privacy itu. Kalau ada yang sudah masuk, tulis nama mereka di dalam lingkaran.
  4. Setelah itu diskusikan, apakah ada iblis di dalam lingkaran itu? apakah ada Tuhan?

 

Penulis: Junianawaty Suhendra

One thought on “Lebih Buruk dari Setan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *